Hubungan Menulis dengan Kecerdasan

Seringkali dalam pandangan kita Orang akan dikatakan cerdas adalah mereka yang memiliki IQ(Intelectual Quotient)yang tinggi,ketimbang EQ(Emotional Quotient).
Ada sebuah penemuan penting yang dilakukan oleh Howard Gardner, seorang psikolog sekaligus peneliti Barat, yang telah menemukan sebuah teori tentang Multiple Intelegence (kecerdasan ganda), yang mengatakan bahwa dalam diri manusia terdapat banyak potensi yang belum dikembangkan.
Namun seringkali kecerdasan itu sudah keburu terkubur hidup-hidup dengan banyaknya aktivitas yang kita lakukan,menyelesaikan pekerjaan,bersekolah,mengurus keluarga dan rumah tangga.
Dalam penemuan itu, setidaknya ada tujuh kecerdasan yang patut diperhitungkan secara sungguh-sungguh sebagai sebuah kecerdasan juga. Tujuh kecerdasan itu di antaranya: kecerdasan linguistik¸ logis-matematis, spasial, musikal, kinestetik, jasmani, antarpribadi, dan intrapribadi.
Mungkin di antara kita ada yang menonjol disalah satu poin dari tujuh kecerdasan tersebut,tetapi juga bukan hal yang tidak mungkin sebagian kita mampu memiliki lebih dari satu poin kecerdasan tersebut,itulah yang disebut Multiple Intelegence (kecerdasan ganda).
Dengan merunut penelitian dari  muridnya Howard Gardner yakni Thomas Armstrong,ternyata aktivitas menulis bisa dimasukan pada dua kecerdasan yaitu, kecerdasan linguistik (Word Smart) dan kecerdasan intrapribadi (self smart). Kedua kecerdasan tersebut sama-sama menggunakan alat ‘aktivitas menulis’ .
Menurut Armstrong yang merupakan pengajar dan peneliti mengenai pendidikan di California,Kecerdasan linguistik bertumpu pada kemampuannya dalam berbicara dan menulis.Orang yang mempunyai bakat di bidang ini akan peka dan tajam terhadap bunyi atau fonologi bahasa. Mereka sering menggunakan permainan kata-kata, rima, tongue twister, aliterasi, onomatope, dan lain-lain.Mereka juga mahir memanipulasi sintaksis (struktur atau susunan kalimat), juga kepekaannya terhadap bahasa melalui semantik (pemahaman tentang makna). Kemampuan tersebut mereka gunakan dalam berbicara (berkomunikasi dan pidato) maupun menulis.
Sedangkan kecerdasan intrapribadi (self smart) bertumpu pada kemampuannya mengelola diri, menganggap diri adalah sebagai konsep hidupnya. Diri sejati, bagi mereka kata Armstrong, merupakan sumber kreativitas batin, fasilitas, spontanitas, dan kesejahteraan emosi seseorang.
Seseorang yang mempunyai kecerdasan intrapribadi yang kuat dapat memilah-milah berbagai emosi batin, kemudian memberinya nama, mengungkapkannya dalam bentuk simbol, lalu memanfaatkan emosi itu sebagai sarana untuk memahami dan membimbing perilaku diri.
Nah, ternyata  dengan menulis kita bisa menggabungkan dua kecerdasan sekaligus..
Jadi terus saja menulis ya..!(hemm..saya juga sedang belajar menulis kok)
Mudah-mudahan bermanfaat…
Salam menulis..

0 comments:

Poskan Komentar

Dethread

Updates Via E-Mail

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...