Tampilkan postingan dengan label Senandung Cakra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senandung Cakra. Tampilkan semua postingan

Satu Foto Yang Akan Mempersatukan Umat Islam di Dunia


Sumber
Dulu Indonesia pernah dibantu Palestina pas blm merdeka...
Sekedar ngasih tau bahwa Palestina dijajah Israel Laknatullah sebelum RI merdeka (tahun 1945 kebelakang), sampai sekarang pun blm Palestina merdeka...
meskipun dilanda penjajahan Israel Laknatullah, Palestina tetap membantu Indonesia dalam bidang apapun...

Sekaranglah kita berbalas budi ke pada Palestina

orang2 Palestine selalu menghormati Indonesia gan.. karena Indonesia adalah negara pertama dengan lantang yang menentang invasi israel ke Palestine

Dulu waktu indo proklamai kemerdekaaan, indo butuh pengakuan untuk menjadi negara. dan PALESTINA lah yang pertama kali Mengakui Indo ada. dan palestina pula lah yang membawa berita indo merdeka ke Jerman, dulu ada saudagar Palestine yg menetap di jerman. saudagar kaya itu membuatkan radio kushus untuk pemberitaan Indo, dan akirnya sampai semua eropa mendengar. dan ingat skali lagi, bawahwa dulu waktu indo berjuang, banyak rakyat dan para saudagar palestina menyumbang harta buat perjuangan kita. Itu real ada dibuku sejarah. jadi, apakah kita pantas melupakan mereka...??!!

karena dukungan Indonesia yang tak henti terhadap Palestina membuat mereka punya keterikatan khusus sama kita.



link

Ramadhan Di Sebuah Tikungan

Dari sahabat:
Ada anak kecil yg di bulan Ramadhan, di siang hari, makan es krim dengan nikmatnya di depan orang2 yg berpuasa. Dengan sengaja mengiming-imingi orang-orang yang berpuasa. Akibatnya, ada anak muda yg mau memukuli anak tsb, karena tingkah laku anak yg makan eskrim di bulan puasa menggoda orang yg berpuasa.
Nah anak ini sebelum dipukuli, diselamatkan oleh seorang pemuda, kemudian ditanya. “Kenapa kamu berani2 makan es krim di bulan puasa? Apa kamu bukan muslim?”
Jawabnya, “Kak, selama 11 bulan saya sering sekali terpaksa berpuasa, tidak sanggup beli makanan. Dan apa yg mereka lakukan selama 11 bulan itu? Mereka makan dan minum di depan saya seenaknya tanpa menaruh perhatian bahwa saya lapar. Sekarang di saat 1 bulan ini mereka berpuasa, saya ingin membalas dendam, biar mereka tahu rasa”
=
Harga beras sekarang sudah Rp.9.000an seliter. Jika anda ke pasar di lingkungan kumuh, anda akan sering menjumpai orang berpakaian lusuh membeli beras setengah liter dan sedikit sayur. Artinya, dia hanya punya uang Rp.5.000 untuk makan sehari itu.
Puasa yang sesungguhnya bukanlah sekedar menahan lapar dan menahan nafsu selama sebulan saja. Namun melepaskan belenggu kelaparan bagi orang-orang di lingkungan kita, dan menahan hawa nafsu sepanjang tahun.
Selamat menunaikan ibadah puasa.

Serangga Berpuasa Untuk Kesempurnaan Hidup

Puasa bukan hanya dilakukan oleh manusia, hewan dan termasuk serangga juga berpuasa.  Tanpa puasa, serangga tidak dapat menyempurnakan proses siklus hidupnya. Dalam satu siklus hidupnya, serangga mengalami metamorfosa (perubahan bentuk), dari telur, larva (ulat), pupa (kepompong) dan imago (serangga dewasa).
Masa telur serangga dapat diselesaikan dalam beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung suhu dan iklim.  Demikian juga masa pupa (kepompong) perlu waktu beberapa hari hingga beberapa bulan.  Masa pupa inilah serangga berpuasa.  Masa larva (ulat) adalah masa “sahur” bagi serangga. Makan sebanyak2 nya, sekenyang-kenyang nya, hingga selesailah masa larva  tersebut, untuk kemudian berubah bentuk, bermetamorfosa menjadi pupa atau berkepompong.
Puasanya serangga juga dipengaruhi oleh iklim setempat.  Di daerah Tropika seperti Indonesia, serangga berpuasa sebentar saja.  Maksud “sebentar” artinya beberapa hari saja.  Dibandingkan di daerah subtropika, pupa serangga dapat berpuasa hingga 3-6 bulan.
Setelah keluar dari kepompong atau pupanya, serangga boleh “berbuka” puasa.  Berbuka dengan yang manis2, madu atau nektar dari bunga2an yang sudah mekar dan masih segar.  Setelah buka dengan yang manis2, maka serangga pun kawin.  Setelah kawin, sang jantan mati terlebih dahulu.  Sementara sang betina menjadi “janda”, menyelesaikan proses peneluran hingga ke persalinan, sendirian saja.
Ketika mau meletakkan telur, serangga dewasa harus tahu kemana telur itu harus diletakkan.  Kalau ia termasuk serangga pemakan daun kubis, maka serangga yang suda “janda” tadi pun harus meletakkan telurnya di daun kubis.  Kalau tidak ada kubis, maka ia cari tanaman yang agak sejenis atau sefamili dengan kubis.  Jadi tidaklah  mungkin, si “janda” serangga pemakan kubis tadi meletakkan telurnya di pohon duren.
Wah kalo begitu hebat betul ya serangga itu.  Sebetulnya bukan serangga nya yang hebat.  Sebab serangga melakukan itu semua atas bimbingan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ada 5 juta spesies serangga, dan setiap spesies punya karakteristik sendiri2.  Punya cara makan sendiri.  Punya proses siklus hidup sendiri.  Untuk tahu itu, kita harus belajar.  Saya sudah mendalami beberapa spesies selama 20 tahun lebih.  Tetapi itu pun tidak sampai tuntas …tas ….tas …tas…
Bayangkan kalau harus mendalami ke semua 5 juta spesies itu. Perlu waktu berapa juta tahun ya ??!!  Sedang manusia paling lama cuma hidup 100 tahun.
Itulah kehebatan Ilmu Nya, Tuhan semesta alam, Yang memberi makan, memelihara, membimbing semua mahluknya, termasuklah serangga.
Kalau serangga saja harus berpuasa berhari2 atau berbulan2 untuk menyempurnakan proses hidupnya, masak sih kita manusia kalah dengan serangga.  Kita hanya berpuasa kurang lebih 14 jam saja.  Hasil dari puasa itu adalah taqwa.  Dengan taqwa itulah manusia dimuliakan oleh Tuhan sesuai kadar taqwa masing2.
Semoga kita dapat menjadi manusia yang bertaqwa, sempurna…Kau begitu sempurna…dimataku kau begitu indah, tak dapat kubayangkan hidup tanpa cintamu….
Selamat Berpuasa…

Setetes Air Mata yang Dapat Memadamkan Api Neraka

Kedahsyatan dan hiruk pikuknya Api neraka sudah banyak yang membahas, tetapi judul di atas masih banyak yang belum tahu.  Mengapa Tuhan ciptakan Neraka ?  Sebetulnya merupakan rahasia Tuhan Juga, megapa Dia ciptakan tempat yang sangat mengerikan itu.  Kalau kita baca surat Ar Rahman, maka akan banyak hikmah yang dapat dipetik dari situ.   Setelah Allah jelaskan tentang yang Dia  ciptakan ( Neraka ), maka Allah SWT berfirman : Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ?   Begitu juga setelah Dia ciptakan Surga, Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu Dustakan ?
Kalau Dia ciptakan Surga, kemudian Dia berfirman, Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan.  Itu wajar saja, dan mudah dimengerti.  Karena di surga banyak kenikmatan akan didapat.  Tetapi, kalau setelah ayat Ciptaan Neraka, Dia berfirman, maka Nikmat Tuhan manakah yang kamu Dustakan ?
Bagi yang GoBlog segoblog2nya,  maksudnya orang yang kritis karena sering ngeblog,   pasti akan menyanggah, apa2an ini Tuhan, habis ciptakan Neraka kok pake berfirman , maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan.   Ada2 saja Tuhan ini.   Apa Tuhan sedang bercanda.???
Tapi ada uga yang berpikiran lain, ah hikmah dari penciptaan neraka ini kan supaya tidak ada orang berbuat dosa.  Atau paling tidak, berkuranglah kriminalitas.  Ya masuk akal juga sih.  Tapi ada juga yang “semleke’an”, ah paling2 cuma buat nakut2in doang.  Tuhan kan Maha pengampun, entar juga diampuni semua dosa kita.  Tenang2 sajalah…Nikmati sajalah hidup ini… Toh hidup cuma sekali saja….
Tapi kalau saya sih agak lain lagi, sedikit beda boleh dong, hehehe….
Tuhan Ciptakan Neraka itu supaya orang dapat masuk surga.  Kalau orang sudah takut kepada Neraka, maka yang ada adalah ia akan menghindari perbuatan dosa dan memperbanyak perbuatan baik.  Coba kalau tidak ada neraka, yang ada surga aja…belum tentu orang mau berbuat baik, belum tentu orang akan menghindari perbuatan maksiat, iya kan…
Tapi memang begitulah adanya, banyak hadist dan juga ayat Al Quran yang mengatakan bahwa awal dari Ibadah adalah iman dan taqwa.  Orang yang beriman dan bertaqwa pastilah akan lancar beribadahnya.  Panggilan untuk berpuasa juga hanya diperuntukkan bagi orang2 yang beriman.  Begitu juga, perintah  shalat dan zakat serta haji, ditujukan bagi orang yang beriman saja.
Maka dari itulah, selama 13 tahun di Mekkah, Nabi menekankan pentingnya iman kepada para pengikutnya.  Setelah Abubakar ra masuk islam, maka ia bertanya, apa tugas aku ?  Tugas kamu adalah sama dengan tugas saya, kata Nabi.  Apa itu ?  Ajak manusia ke jalan Allah.  Waktu itu belum ada perintah Shalat, puasa, zakat dan haji.  Ayat2 yang turundi saat itu juga selalu diawali dengan :  Wahai manusia…. atau Wahai anak Adam…
Cerita tentang Ciptaan Tuhan adalah awal2 dari ayat2 Al Quran itu.  Manusia disuruh mengenal Tuhan melalui ciptaanNya.  Karena Tuhan memperkenalkan Diri-Nya melalui ciptaannya.  Perintah membaca adalah perintah pertama yang turun.  Membaca tentang kebesaran Tuhan, tentang kasih sayang Tuhan, tentang perubahan siang dan malam, penciptaan bumi, manusia di rahim ibu diceritakan dengan detail, walaupun saat itu belum ada USG.  Di Mekkah itu juga ayat2 yang seram2 turun.  Tentang hari kiamat, tentang neraka jahanam, juga tentang kenikmatan surga.  Di situlah manusia belajar iman, disitulah manusia belajar percaya kepada Allah, percaya kepada yang gaib2, neraka surga, hari kiamat yang dahsyat.
Setelah iman tertanam, barulah perintah shalat, puasa, zakat, haji dsb turun.  Bedanya dengan kita sekarang adalah kita belajar shalat dulu, puasa dulu, zakat dan haji baru belajar iman.  Kadang pun belajar shalat dan lain lain tanpa iman.   Jadi shalat sambil main2, waktu kecil dulu lah.  Kalau sekarang mau main2 ya malu lah…
Lalu bagaimana air mata yang hanya setetes itu dapat memadamkan api neraka.???
Kata Nabi, setetes air mata  dari orang yang takut kepada ALLah  akan memadamkan api neraka.  Orang yang takut kepada Allah bukannya ia lari menjauh, tetapi justru ia lari mendekat kepada Nya.  Di dalam surat Ar Rahman itu juga, disebutkan bahwa orang yang takut kepada TuhanNya akan mendapat dua surga.  Di hadist lain dikatakan bahwa dua cairan yang sangat disukai Allah adalah tangisan dari orang yang takut kepada Allah serta darah nya para syuhada.
Orang yang pernah menangis karena takutnya  kepada Allah, akan mustahil masuk neraka, sama seperti mustahilnya seekor unta yang masuk ke dalam lubang jarum, atau juga sama mustahilnya dengan air susu yang sudah keluar masuk kembali ke dalam putingnya.  Bahkan di Hadist Qudsi dikatakan Orang yang berdzikir / mengingat kebesaran Allah sehinggalah airmatanya keluar, maka ia akan dinaungi pada hari kiamat  di saat tak ada lagi naungan kecuali naunganNya.  Selain itu ada 6 golongan lagi yang akan dinaungi di hari kiamat itu yaitu pemimpin yang adil, orang yang bersedekah secara sembunyi2, orang lelaki yang tahan dirayu oleh wanita cantik, orang yang saling mencintai karena Allah, orang yang masa mudanya selalu diisi dengan ibadah, dan orang yang hatinya selalu terpaut di mesjid
Itulah, mengapa Tuhan Ciptakan Neraka.  Supaya manusia dapat masuk surga….Setetes air mata karena takutnya kepada Allah, akan memadamkan api neraka, dengan kata lain ia dihindarkan dari siksaan api neraka….  Wallahu A'lamu Bisshawab.

Puisi Ramadhan (Ramadhan K.H)

Yaa Ramadhan
Ketika lelah mendera
Berpaling kami menatap cahaya-Mu
Semoga bekal ku cukup untuk langkahi lagi
getar-getar mu

Yaa... Ramadhan
Setetes Ikhlas yang jatuh ke tanah
Semoga menggoreskan bait-bait surga dan sudut sudut jiwa yang haus...
Melapang dalam gamang

Yaa Ramadhan
Pulang... aku akan pulang
Genapi rindu sejati
Dan takkan ku biarkan berlalu
Tanpa ikhtiar di jalan-Mu

KISAH KASIH IBU SEPANJANG MASA ...

Ibuku hanya memiliki satu kaki dan mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di rumah tetanggaku dan berjualan kue di sekolahku, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan diri. Ibuku terdiam hanya memandang.

Keesokan harinya di sekolah. ”Ibumu hanya punya satu kaki dan satu mata. ?!?!” Iieeeeeehhh,,, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, “Bu, Mengapa Ibu tidak punya satu kaki dan satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!” Ibuku tidak menyahut. Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.

Malam itu. Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku
sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya. Ia memandangku sejenak, dan kemudian berlalu dengan kaki pincang. Akibat perkataanku tadi, hatinya tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu kaki dan matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.

Kemudian aku belajar dengan tekun, ibuku terus bekerja membelikanku baju, buku sekolah, membayar uang sekolah. Dan akhirnya aku lulus dan mendapat beasiswa masuk perguruan tinggi. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Jakarta untuk menuntut ilmu. Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak. Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.

Kebahagian ini bertambah terus dan terus, ketika ibuku datang ke rumahku. Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Dengan terlihat kepanasan di wajahnya, berkeringat dan terengah-engah dengan kaki dan mata satunya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat bentuk ibuku yang gak karu-karuan. Kataku, “Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!” ”Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !” ”KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!” Ibuku hanya menjawab perlahan, “Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat,” dan ia pun berlalu dengan tongkat kakinya. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega. Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.

Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Jakarta. Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja.

Di sana, kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku. ”Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan aku tidak akan pergi ke Jakarta lagi. Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sekali ? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan keadaan cacat fisiku.
Kau tahu, ketika kau masih dalam kandungan ibu mengalami kecelakaan , ketika ibu masih hamil seseorang telah dengan sengaja menabrak kaki ibu hingga patah. Tetapi untung kandungan ibu selamat, akhirnya ibu melahirkan bayi lucu yaitu kamu, tetapi sayang Tuhan hanya memberimu satu mata .Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu tumbuh hanya dengan mata satu. Maka aku berikan sebuah mataku kepadamu,. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, ditempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu. Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, “Itu karena ia mencintaiku” Anakku! Oh, anakku!”

Akupun menangis sekeras dan memeluk ibuku erat-erat meminta maaf, namun sayang ternyata Ibuku sudah beberapa jam lalu meninggal dalam kesendiriannya.

Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk mendoakan ibu Anda!
Disadur dari book of my mother.

Membodohi Pembodohan

Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.
Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"

"Apa iya?" jawab pengusaha

Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih,
"Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"

Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.

Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,
"Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan
pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang

dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, "Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp.

500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?"

Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai..."

Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain.
 

Dialog Bersama Nazar Menjelang Ramadhan

Pagi jelang siang ini langit benar adanya berwarna biru di iringi senyum matahari dibalik awan yang sangat jarang menutupi kuningnya, namun desir angin di pekarangan yang penuh dengan pepohonan menghijau ini begitu dingin mengingatkan saya pada dinginnya malam pertengahan juli 2011 bersama rembulan yang dengan anggunnya menunjukkan warna merah dominannya.
 Sepanjang pagi ini yang menemani saya "hanya"lah segelas teh manis, sebuah piring kecil yang tadinya berisi aneka jajanan pasar tradisional dan sebatang rokok light yang tak juga dibakar terselip diantara dua jari, sungguh suasana yang tak sempat saya bayangkan untuk sepi disini, suasana yang dengan begitu saja menampakkan jalan setapak bagi minat liar saya untuk menghampiri sesosok pemuda tambun nan ringkih yang sepertinya enggan untuk bersandar pada sebuah pilar rapuh berwarna langit.
Sosok ini tampak sedang asik menjajakan sesuatu yang membuat mata saya lapar, lapar akan sesuatu yang liar untuk mengawali hari sepi disini, setelah agak lama melihat apa saja yang dia jual, sosok ini bak seorang marketer handal menawarkan sesuatu yang lebih liar dari issue hangat-hangat tai ayam yang sedang merebak di ujung jalan sana. 
 Tanpa ragu sosok ini menebak apa yang sebenarnya saya butuhkan, dia menawarkan sebuah kisah yang tak harus saya beli, tapi bisa ditukar dengan minat liar saya, dia mencoba bersikap selayaknya teman lama yang selalu mengingatkan akibat fatal dari minat liar saya, dan sebagai pembeli tentu saja saya tidak begitu saja meng-iya-kan tawaran itu tanpa mengetahui seperti apa kisah yang pantas untuk ditukarkan dengan minat liar saya ini. Tapi dari mana ia bisa tahu apa yang sedang benar-benar saya butuhkan saat ini.
 Sosok itu agak tersenyum saat mulai mengenalkan sedikit kisahnya, saya agak heran kenapa harus dengan senyum2 dahulu sih, tanya saya dalam hati atau mungkin dia juga tahu kalau saya sedang heran dengan tawarannya sehingga dia menampakan wajah tanpa dosanya dengan senyumnya itu. Lembar demi lembar ia ceritakan tentang JANJI-JANJI, janji untuk kebaikan untuk mendekatkan diri dengan kewajiban yang tidak disyarakkan secara mutlak atau pun terikat dengan sesuatu. Kisah yang dapat membuat siapapun menjadi penasaran karena hanya sebagian kecil saja sosok itu memaparkan kisah janjinya yang katanya based on true story itu.  
Setelah dia menyelesaikan kisahnya dengan berat hati saya sisihkan sedikit minat liar itu, saya pikir untuk kisah sebagus ini tak apalah saya sedekahkan selinting minat liar saya agar tak nampak kekecewaan di muka sosok misterius ini. Namun minat liar saya yang lain sepertinya tak mau berdiam diri untuk berdialog dan menanyakan kembali kelanjutan kisah itu, kembali saya sodorkan selinting minat liar kepadanya dan sosok itu menceritakan kisah masa lalunya yang mengakibatkan ia mau membuat kisahnya untuk diperjual belikan atau ditukar-tukar semaunya, kisah yang sungguh membuat saya agak menahan jengkel karena dia hanya menceritakan minat liarnya juga, minat liarnya yang haus akan materi yang membuat nya tambun tak berbentuk, minat liarnya yang lapar akan kekuasaan, minat liarnya yang tak peduli jika ia berkuasa ia akan menyalah gunakan sebagian besar kekuasaan nya itu untuk kepentingan pribadinya saja, dan tentu saja minat liar dia lainnya yang membuat ia terjebak hingga kepayahan dan menjadi pesakitan diantara nurani dan kepentingan entitasnya. Dengan mata tajam dan pipi yang dikembungkan ia kembali menawarkan kelanjutan kisah nya untuk ditukarkan dengan minat liar saya yang lain, "Sial, apakah dia tahu hari ini saya memang membawa banyak persediaan minat liar dibalik binder ini" umpat saya dalam hati. 
Saat itu hari sudah mulai agak terik dan saya tak mau berdialog dipinggir jalan yang terhalang tembok usang, dengan memberi setengah linting minat liar yang lain, maka saya harus akhiri dialog ini serta minta dibekali selembar kisah lain sosok itu yang dikemas dalam sebuah botol transaparan agak kusam. dalam perjalanan pulang ini saya simpan baik2 kisahnya agar tidak tercecer dijalanan dan jujur saya sendiri sudah tidak sabar untuk melihat apa kelanjutan kisahnya. 
Sesampainya dirumah saya segera mencabut tutup botol yang berwarna merah itu dan melepaskan lembaran nya untuk saya baca, dalam kisah itu banyak sekali penyesalan yang tentunya berasal dari minat liarnya tersebut, hingga pada sebuah paragraf sosok itu menuliskan sebuah NAZAR, sebuah janji untuk khalayak umum masyarakat ujung jalan, untuk saya pribadi juga, Nazar yang berisi jika ia bisa terbebas dari masalah yang membelitnya maka ia akan ungkapkan rantai setan yang telah membelitnya itu. . . atas nama KEPEDULIAN selayaknya arti sebuah NAZAR yang berarti janji untuk kebaikan untuk mendekatkan diri dengan kewajiban yang tidak disyarakkan secara mutlak atau pun terikat dengan sesuatu. Membaca kisah ini tak terasa membuat saya agak lapar karena pagi tadi tidak sempat sarapan cukup.
Terik siang ini membuat saya ingin segera membasuh diri untuk berwudlu dan melaksanakan kegiatan ibadah rutin saya tiap hari, setelah sholat saya bergegas menuju warung makan yang berada dibelakang sebuah kampus dan memesan menu kesukaan saya yaitu sayur tahu dan telor mata sapi yang ditengahnya bercokol ujung cabei merah plus tak lupa minta sambal yang super pedas, disana tampak tertempel sebuah poster dengan jadwal imsakiyah plus kalender Ramadhan dan pamflet bertemakan puasa, "Hmmm... tak terasa Sya'ban tahun ini akan segera berakhir" Ucap dalam hati. Setelah mendapatkan pesanan dan mennyantapi hidangan, disini kebiasaan buruk saya kembali hadir, sambil memperhatikan pamflet imsakiyah itu terbersit sebuah pertanyaan apakah di bulan puasa tahun ini saya dapat lulus dengan baik, apakah hari-hari saya akan menjadi lebih baik setelah melewati Ramadhan tahun ini, teringat akan kisah dan dialog dengan sosok di ujung tembok itu, akankah setelah Ramadhan ini Merah Putih menjadi lebih baik dari hari ini ??? lalu Nazar apakah yang akan saya niatkan menjelang Ramadhan tahun ini ??? wallahu'alam bisshawab. Sepertinya saya harus segera menyelesaikan hidangan siang ini, karena senja nanti saya harus menuju ke suatu tempat lain untuk menahan minat liar saya agar tidak perlu bernazar secara berlebihan... agar jauh dari belitan rantai setan.


 

 
MARHABAN YA RAMADHAN ... ...


"Allahuma salimni liromadhona wasalim ramadhona lii wasalimhu minii mutaqaabbalan"

mudah2an ramadhan kali ini lebih bermakna dan menjadi media untuk beramal dan berkreasi sebanyak2nya dalam beramal shaleh


رمضان ولعل هذه المرة أكثر وضوحا وسيلة للعمل وإبداعات بقدر ما في عمل صالح


Perhaps this time more meaningful Ramadan and a vehicle for work and creations as much in the work Salih


Vielleicht ist diese Zeit sinnvoller Ramadan und ein Fahrzeug für die Arbeit und Kreationen so viel in die Arbeit Salih


mudah2an sasih romadhon ieu langkung bermakna jeung jadi media kangge beramal jeung berkreasi saloba-lobana dina amal sholeh





Subang, 18 Juli 2011.

Dethread

Updates Via E-Mail