New Zealand Ramah Untuk Wanita Bercadar

Wellington, Berbeda dengan Prancis yang menentang keras penggunaan cadar, di Selandia Baru, pemerintahnya lebih toleransi terhadap perempuan yang menggunakan penutup kepala. Seperti dilaporkan Selasa, 5 Juni 2011, Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengatakan perempuan muslim yang menggunakan cadar seharusnya tidak mendapat perlakuan diskriminasi. Pernyataan ini keluar setelah dua perempuan Arab Saudi diperintahkan turun dari bus karena pakaian mereka.

Dominion Post melaporkan dalam satu kasus, seorang mahasiswa Saudi ditinggalkan menangis di jalan setelah supir bus berteriak "keluar!" lalu menutup pintu bus di depannya dan pergi.

Key mengatakan tak keberatan dengan perempuan yang menggunakan penutup kepala. "Itu tak menyinggung saya. Itu bagian dari keyakinan rakyat," ujarnya. Dia menggambarkan Selandia Baru sebagai negara dengan masyarakat yang bertoleransi dan tidak tertutup. Ia merasa tidak perlu melarang penggunaan penutup kepala di ruang publik

"Orang seharusnya saling menghormati kebudayaan dan keyakinan budaya satu sama lain," kata Key kepada reporter. "Ada alasan praktis mengapa kadang-kadang burqa tidak diperbolehkan, bank misalnya. Demi alasan keamanan dari waktu ke waktu, mereka akan memaksakan itu. Tapi, sebagai masyarakat multikultural, kita harusnya menghargai keyakinan budaya yang lain."

Key menanggapi insiden pengusiran itu setelah diplomat Arab Saudi di Selandia Baru meningkatkan perhatian terhadap masalah itu. Sebelumnya, pada April lalu, Prancis mengeluarkan peraturan baru yang menjadikannya sebagai negara pertama di Eropa yang melarang penggunaan cadar, termasuk niqab dan burqa.

0 comments:

Poskan Komentar

Dethread

Updates Via E-Mail

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...