Tampilkan postingan dengan label Unique and Strange. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unique and Strange. Tampilkan semua postingan

Jari Bayi Ini Berjumlah 34 ( New Record ! )

Seorang bayi asal negara bagian Uttar Pradesh, India Utara, memecahkan rekor dunia lantaran memiliki 34 jari. Masing-masing tujuh jari di tiap tangannya dan 10 jari di tiap kakinya.

Bayi ini bernama Akshat Saxena, satu tahun. Ia lahir tahun lalu tanpa memiliki jari jempol, baik di tangan atau di kaki. Dokter berusaha membuatkan jempol buat Saxena dari kelebihan jari yang bakal diamputasi.

“Ketika saya melihat jari-jarinya, saya benar-benar terkejut,” kata Amrita Saxena, ibu sang bayi ajaib itu.  Ia lantas mendaftarkan anak pertamanya itu ke Guinness World Records. 
 

Menurut seorang juru bicara Guinness World Records, Akshat kini pemegang rekor baru. Rekor sebelumnya kepunyaan seorang anak lelaki berusia enam tahun asal Cina. Ia memiliki 15 jari tangan dan 16 jari kaki. Setelah menjalani oeprasi selama 6,5 jam, ia kini hanya memiliki masing-masing 10 jari kaki dan tangan. Operasi itu dilangsungkan di sebuah rumah sakit di Shenyang, Liaoning, Maret lalu.

Kelainan yang diderita Akshat ini disebut polidaktili dan bisa diwariskan kepada keturunannya.

Bhut Jolokia Si Cabe Setan Super Pedas

Satu-satunya Cabe paling pedas di dunia - dan terdaftar pula dalam The World Guiness Book of Record - adalah Cabe Bhut Jolokia. Cabe yang berasal dari India ini menurut data American Society for Horticultre Science (25/4/2010) tercatat memiliki tingkat kepedasan hingga 1 juta SHU (cabe normal, termasuk cabe rawit, rata-rata hanya mencapai 100.000 SHU saja).
Dalam sebuah tayangan di Youtube, seorang pria bernama Jamie mendemonstrasikan kedasyatan dari Cabe Gila ini. Mula-mula dia memakan setengah dari Cabe Bhut Jolokia. Lima menit pertama, dia masih belum merasakan adanya rasa pedas atau apapun. Semua baik-baik saja, hingga menit keenam, saat Jamie mulai merasakan kepedasan. Dia mulai meloncat-loncat dan meminum banyak air. Tapi tampaknya air yang diminumnya tidak mampu menghilangkan rasa terbakar di mulut dan tenggorokannya.
Pada menit ke-10, Jamie berlutut sembari memukul-mukul tanah karena sudah tahan lagi menahan rasa pedas dan panas yang tampaknya sudah menggerogoti hampir seluruh tubuhnya. Dia pun sudah tidak bisa diajak bicara. Pada menit ke-30, Jamie mulai merasakan kondisi seperti mau mati dan hanya bisa terkapar.
Tayangan itu merupakan bukti bagaimana pedasnya cabe yang banyak ditemui di kawasan Assam, India Utara itu.
Penduduk setempat percaya bahwa banyak makan cabe Bhut Jolokia dapat membantu memerangi penyakit rematik, kanker, rematik, osteoporosis, menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Cabe sendiri mengandung vitamin A, C, Kalium, Magnesium, dan Besi yang membantu mencegah penggumpalan darah, menghilangkan plak dari arteri, menyembuhkan luka, dan menangkal flu. Di dalam cabe terdapat zat Photochemical yang dapat mengurangi sel kanker dan tumor. Bahan aktif Capsicum merangsang otak dan kelenjar ludah melepaskan endorfin (enzim penghilang rasa sakit alami dan memberi rasa tenang).
Khusus untuk Cabe Bhut Jolokia, karena tingkat kepedasannya yang sangat tinggi, para ahli menguatirkan dapat membuat iritasi pada usus, sehingga disarankan untuk tidak mengonsumsi cabe ini dalam jumlah yang banyak.

Tragis ! bocah ini tidak merasakan rasa sakit selama hidupnya

Tak Punya Rasa Sakit, Bocah Ini Dengan Enteng Cabut Gigi, Dan Kuku – Seorang bocah tiga tahun asal Telford, Shropshire, Inggris, Josh Hodgkiss kondisinya sungguh sangat mengkhawatirkan. Kenapa tidak, lantaran tak bisa merasakan sakit, Josh santai mencabut kukunya sendiri, menggigit lidahnya hingga terpotong setengah, dan membenturkan tubuhnya hingga lebam. Ia tak sadar telah menyiksa diri sendiri. Ia bahkan tak sadar aksi itu bisa membuat nyawanya melayang.


Josh diketahui mengidap kelainan genetik langka yang disebut Smith-Magenis Syndrome. Diperkirakan hanya menyerang satu dari setiap 25 ribu anak. Kondisi itu juga membuatnya tidak memiliki konsep tentang bahaya dan memiliki pola tidur kacau. Ia kerap terjaga ketika semua orang tidur lelap.

Demi melindungi putranya, pasangan Mark dan Stephanie Hodgkiss rela menghabiskan £12 ribu atau lebih Rp165 ratus juta untuk mendesain interior rumah agar aman bagi Josh. Mulai dari pelindung dinding yang empuk, hingga lampu sensor untuk mencegah Josh menyakiti dirinya sendiri.

Mereka juga membeli tenda khusus ‘SafeSpaces’ seharga £10 ribu atau sekitar Rp140 juta untuk tempat Josh menghabiskan waktu sendiri saat semua terlelap. 

“Hal terburuk tentang kondisinya adalah dia tidak merasa sakit. Ini menakutkan. Saya pernah keluar dari kamar mandi dan melihat darah di mana-mana. Lidahnya robek setengah, tapi ia hanya duduk santai menonton televisi,” kata sang ibu. 
 
Josh tak hanya menyakiti dirinya sendiri. Tanpa memiliki konsep sakit, Josh bisa berubah menjadi sosok mengerikan. Ia kerap menyerang orangtua dan dua saudaranya dengan kekerasan serupa. “Dia pernah mematahkan hidung saya, tapi dia santai saja tak merasa bersalah,” sang ibu menambahkan.

Dengan kondisi itu, sang ibu terus mendampingi Josh sepanjang waktu. Sang ibu harus terus memantau aktivitas Josh agar tak membahayakan diri sendiri dan orang lain.


Dethread

Updates Via E-Mail