Tampilkan postingan dengan label Micr Excel '07. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Micr Excel '07. Tampilkan semua postingan

Penjumlahan Matriks di excel 2007

Dengan menggunakan microsoft excel 2007 kita dapat dengan mudah menghitung atau menjumlah matriks.
Yang perlu diingat jika ingin melakukan penjumlahan matrik di excel harus sesuai dengan aturan dasarnya yaitu orde matrik harus sama (dengan kata lain jumlah baris dan kolom matriks A dan B  yang akan dijumlahkan harus sama).

Contoh di bawah ini akan dijumlahkan dua buah matriks

1. Buat matriks berikut:
Matriks A
2 5 6
1 4 7
2 3 3

Matriks B
9 8 7
6 6 6
3 3 3


2. Blok range I3:K5
Ketik formula =A3:C5+E3:G5
Tekan kombinasi 3 tombol Ctrl+Shift+Enter

 3. Hasilnya akan tampak seperti di bawah ini:


Pengurangan Matriks di excel 2007

Dengan menggunakan excel 2007 kita dapat menhitung atau mengurangkan matriks dengan cepat. Pengurangan matriks bisa dilakukan dengan mengurangkan dua matrik hingga banyak matriks dengan mudah dan cepat jika dibandingkan dengan mengurangkan /pengurangan matriks secara manual.

Untuk melakukan pengurangan matriks, lakukan prosedur berikut:

1. Buat matriks seperti di bawah ini


 2. Blok range I3:K5
ketik formula
=A:C5-E3:G5
tekan tombol Ctrt + Shift + Enter
hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini


Perkalian Matriks di excel 2007

Perkalian matriks di excel 2007 bisa dilakukan dengan menggunakan fungsi MMULT. Yang harus diperhatikan saat melakukan perkalian matriks adalah aturan perkalian matriks, yaitu jumlah baris dan kolom matriks hasil perkalian.

Secara umum perkalian dua matriks misalnya:
 Matriks 1 orde  (a x b)   dikalikan dengan matriks 2 orde (c x d) , maka akan menghasilkan matriks dengan orde  (a x d ) , jadi range yang anda buat harus terdiri dari banyaknya baris (a) dan banyaknya kolom (d)

Agar bisa dilakukan proses perkalian dua matriks, maka  b harus sama dengan c

Dalam contoh ini digunakan matriks orde 3 x 3
seperti di bawah ini


2. Blok range I3:K5
Ketik formula   = MMULT(A3:C5,E3:G5)
tekan Ctrl + shift + enter
Hasilnya sepeprti di bawah ini

Mengubah / konversi file excel 2007 ke excel 2003

Secara default jika anda menyimpan file microsoft excel 2007, maka akan tersimpan sebagai workbook dalam format excel 2007, file tersebut jika dibuka di xecel 2003 maka secara default microsoft excel 2003 tidak akan mengenali atau tidak bisa membuka file tersebut. Agar file excel 2007 dapat terbuka /dibaca oleh excel 2003, maka saat melakukan penyimpanan (save) file di excel 2007, pilih option menyimpan ke format excel 2003.

Untuk menyimpan file excel 2003 ke format 2003, bisa lakukan prosedur berikut:

1. Klik pada logo menu excel, pilih  Save As  >  Excel 97-2003 Workbook




2. Atau pada menu pilih Save








3. Pada save as type pilih Excel 97-2003
Klik save


Jika file yang telah di-konversi tersebut dibuka di excel 2003 maka akan bisa dibuka oleh excel 2003.

Fungsi HLOOKUP di excel 2007

HLOOKUP adalah salah satu fungsi referensi yang bisa digunakan untuk menghitung /mengambil data dari tabel referensi. HLOOKUP biasa juga disebut horizontal lookup.

Syntax
HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,range_lookup)


Lookup_value is the value to be found in the first row of the table. Lookup_value can be a value, a reference, or a text string.

Table_array is a table of information in which data is looked up. Use a reference to a range or a range name

atau sederhananya seperti di bawah ini;
Lookup_value adalah nilai yang ditemukan pada baris pertama tabel
Table_array adalah range table dimana data referensi akan ditemukan.

Contoh:
1. Buat tabel seperti di bawah ini
Baris pertama dan kedua merupakan tabel referensi
Baris ke lima hingga 12 adalah tabel kerja


2. ketik formula: pada sel E5
=HLOOKUP(D5,$C$1:$G$2,2)




Fungsi vlookup di excel 2007

Fungsi vlookup merupakan sebuah fungsi yang telah disediakan oelh microsoft excel 2007 untuk menghitung /mengambil nilai dari sebuah tabel referensi kemudian dimasukkan ke tabel kerja. Fungsi vlookup akan menghitung nilai referensi secara vertikal.

Atuan penulisannya seperti di bawah ini:
Syntax
VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,range_lookup)

Lookup_value  The value to search in the first column of the table array (array: Used to build single formulas that produce multiple results or that operate on a group of arguments that are arranged in rows and columns. An array range shares a common formula; an array constant is a group of constants used as an argument.). Lookup_value can be a value or a reference. If lookup_value is smaller than the smallest value in the first column of table_array, VLOOKUP returns the #N/A error value.

Table_array  Two or more columns of data. Use a reference to a range or a range name. The values in the first column of table_array are the values searched by lookup_value. These values can be text, numbers, or logical values. Uppercase and lowercase text are equivalent.

Col_index_num  The column number in table_array from which the matching value must be returned. A col_index_num of 1 returns the value in the first column in table_array; a col_index_num of 2 returns the value in the second column in table_array, and so on. If col_index_num is:

Less than 1, VLOOKUP returns the #VALUE! error value.
Greater than the number of columns in table_array, VLOOKUP returns the #REF! error value.

Lookup_value adalah nilai yang pertama dicari pada tabel array (tabel referensi)
Table_array adalah range tabel referensi
Col_index_num adalah nomor /ururan kolom tabel referensi

Contoh:
1. Buat tabel seperti di bawah ini:
 
 
2. Di sel E3 ketik formula berikut:
=VLOOKUP(D3,$G$3:H7,2)
  



Fungsi if nested (if bercabang) di excel 2007

Fungsi IF merupakan fungsi logika yang bisa digunakan untuk menghitung nilai dari sebuah pernyataan berjenjang. Fungsi if ini biasanya dikenal dengan fungsi if nested (if bercabang atau if bersarang)

Secara umum aturan penulisan formulanya seperti di bawah ini;

Syntax
IF(logical_test,value_if_true,value_if_false)

Logical_test   is any value or expression that can be evaluated to TRUE or FALSE. For example, A10=100 is a logical expression; if the value in cell A10 is equal to 100, the expression evaluates to TRUE. Otherwise, the expression evaluates to FALSE. This argument can use any comparison calculation operator.

Value_if_true   is the value that is returned if logical_test is TRUE. For example, if this argument is the text string "Within budget" and the logical_test argument evaluates to TRUE, then the IF function displays the text "Within budget". If logical_test is TRUE and value_if_true is blank, this argument returns 0 (zero). To display the word TRUE, use the logical value TRUE for this argument. Value_if_true can be another formula.

Value_if_false   is the value that is returned if logical_test is FALSE. For example, if this argument is the text string "Over budget" and the logical_test argument evaluates to FALSE, then the IF function displays the text "Over budget". If logical_test is FALSE and value_if_false is omitted, (that is, after value_if_true, there is no comma), then the logical value FALSE is returned. If logical_test is FALSE and value_if_false is blank (that is, after value_if_true, there is a comma followed by the closing parenthesis), then the value 0 (zero) is returned. Value_if_false can be another formula.

Mungkin maksudnya seperti ini;
Logical_test  adalah sembarang nilai  yang bisa atau akan dievaluasi sebagai nilai benar dan salah.
Value_if_true  adalah nilai yang dihasilkan jika uji logika benar
Value_if_false  adalah nilai yang dihasilkan jika uji logika salah

sebagai contoh bisa dilihat di bawah ini:

1. buat tabel berikut:
Kita akan menghitung nilai kolom D (grade) dan E (keterangan)
Dalam contoh ini akan menghitung
a. Grade
Jika nilai ujian lebih besar dari 90 maka grade A
Jika nilai ujian lebih besar dari 80 maka grade B
Jika nilai ujian lebih besar dari 70 maka grade C
Jika nilai ujian lebih besar dari 60 maka grade D
Jika nilai ujian lebih kecil dari 60 maka grade E

b. Keterangan lulus
Jika nilai grade A maka keterangan sangat baik
Jika nilai grade B maka keterangan baik
Jika nilai grade C maka keterangan cukup
Jika nilai grade D maka keterangan kurang baik
Jika nilai grade E maka keterangan sangat jelek


2. Ketik formula berikut;
Di sel D3 ketik formula :
=IF(C3>90,"A",IF(C3>80,"B",IF(C3>70,"C",IF(C3>60,"D","E"))))

Di sel E3 ketik formula :
=IF(D3="A","Sangat baik",IF(D3="B","Baik",IF(D3="C","Cukup Baik",IF(D3="D","Kurang baik","Sangat jelek"))))


Fungsi CountIf

Fungsi countif digunakan untuk menghitung /mencacah sebuah sel/range berdasarkan kiteria tertentu
Untuk lebih mudahnya bisa lihat contoh di bawah ini. Kita akan menguhitung banyaknya siswa yang memperoleh nilai A, B,C, D dan E

1. Buat tabel berikut


2. Di sel  ketik formula

Di sel C14 ketik formula :  =COUNTIF(C4:C12,"A")
Di sel C15 ketik formula :  =COUNTIF(C4:C12,"B")
Di sel C16 ketik formula :  =COUNTIF(C4:C12,"C")
Di sel C17 ketik formula :  =COUNTIF(C4:C12,"D")
Di sel C18 ketik formula :  =COUNTIF(C4:C12,"E")





Dari tabel terlihat banyaknya soswa yang mendapat nilia A =3 orang , B 3 orang, C D dan E masing-masing 1 orang. Fungsi countif tentunya kan bermanfaat jika datanya terdiri dari ratusan record, jika hanya belasan saja mungkin lebih baik dihitung manual.
Dethread

Updates Via E-Mail